Kematian, Hal yang Pasti Tapi Sering
Dilupakan...
Al-Qur'an surat Al-Imran Ayat 185: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Sesungguhnya di antara hal yang membuat jiwa melantur dan
mendorongnya kepada berbagai pertarungan yang merugikan dan syahwat yang
tercela adalah panjang angan-angan dan lupa akan kematian. Oleh karena itu di
antara hal yang dapat mengobati jiwa adalah mengingat kematian yang notabene
merupakan konsekuensi dari kesadaran akan keniscayaan keputusan Ilahi, dan
pendek angan-angan yang merupakan dampak dari mengingat kematian. Janganlah ada
yang menyangka bahwa pendek angan-angan akan menghambat pemakmuran dunia.
Persoalannya tidak demikian, bahkan memakmurkan dunia disertai pendek
angan-angan justeru akan lebih dekat kepada ibadah, jika bukan ibadah yang
murni.
Rasulullah saw bersabda:
الْكَيِّسُ
مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan
bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)
Persiapan untuk menghadapi sesuatu tidak akan terwujud
kecuali dengan selalu mengingatnya di dalam hati, sedangkan untuk selalu
mengingat di dalam hati tidak akan terwujud kecuali dengan selalu mendangarkan
hal-hal yang mengingatkannya dan memperhatikan peringatan-peringatannya
sehingga hal itu menjadi dorongan untuk mempersiapkan diri. Kepergian untuk
menyambut kehidupan setelah kematian telah dekat masanya sementara umur yang
tersisa sangat sedikit dan manusiapun melalaikannya.
اقْتَرَبَ
لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka,
sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS
Al-Anbiya 1)
Tadi malam diri ini kembali disadarkan dengan sebuah
film yang berjudul “100 hari tanda-tanda kematian”
takut.. iya
sedih.. iya
itulah fitrah manusia ,, namun apadaya semua kehendak
Yang Kuasa ..
kita hanya pemain yang menjalankan skenario Allah ..
sengaja ku tuliskan tentang #yang banyak ditakutkan
manusia ini .. yaitu : “KEMATIAN”
Layaknya manusia biasa,, diriku pun takut mati ..
takut berpisah dengan orang2 yang selama ini telah
menitiskan tinta keceriaan di hidupku ..
dengan mereka yang amat ku sayang lebih atas diriku ..
dengan mereka yang baru ku kenal di akhir hidupku ..
bahkan dengan mereka yang tak bisa ku sebutkan namanya
,, yang mampir sebentar lalu
berlalu ..
masa-masa dimana aku tak ingin berpisah dengan mereka
..
yang mengukir sejarah indah direlung hatiku ..
yaah .. maut ..
kata yang amat ditakuti ,,
sesuatu yang menjadi kebencian bagi sebagian orang,,
namun menjadi
impian bagi para syahid/ah , mujahid/ah , mukmin/ah ..
jalan dimana mereka yang sangat mencintai Allah di atas
segala2nya ..
maut ini bisa
menjadi teman bisa menjadi musuh .. tergantung pada setiap insan ..
ibarat sebuah pengalaman , seharusnya yang bisa
menceritakan fasih nya tentang
kematian ini adalah orang yang pernah merasakan
kematian ..
namun, aku fikir ini menjadi tolak ukur dan juga alarm
diri sendiri ,, siapa lagi yang mau
mengingatkan tentang kematian kalo gak diri kita yang berusaha untuk membuka
mata ,, membuka hati ,, membuka fikiran untuk menyelami tentang ini ..
para pujangga.. sang penulis cinta fasih berbicara
tentang cinta
yang seolah-olah mengajak kita dan membayangkan dalam
fikiran kita betapa indah nya sesuatu yang bernama cinta .. mengajak kita
menyelami samudera cinta ..
tapi.. ketika di ajak bertukar topik mengenai yang satu
ini ,,
banyak yang menolak bahkan menutup telinga untuk
persoalan yang satu ini ..
baiknya setelah anda membaca tulisan ini,, segeralah
persiapkan waktu sejenak untuk mengingat kematian ,, bahkan kekasih Allah ,,
baginda Muhammad SAW dalam sehari mengingat mati sebanyak 20x .. (‘afwan lupa
sumbernya)...
nah .. bagaimana dengan diri kita ... yang gak jelas
ujungnya .. ntahkah syurga ataukah neraka??????????? ..wallahu’alam
namun.. kesemuanya itu kembali kepada kita masing2 ..
kemana kaki akan dilangkahkan ,,arah ditujukan ,, badan
dibawa..
semua nya kita yang mengggerakkan atas izin Allah ..
dekatkan diri pada sang Pencipta ,, sang Pemilik
kehidupan ..
Bismillahirrahmanirrahiim
..
jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
niscaya kamu benar-benar akan melihat
neraka Jahannam,.....
dan sesungguhnya kamu benar-benar
akan melihatnya dengan 'ainul yakin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada
hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS.
102:1-8)
Surat ini secara singkat dan tepat berbicara tentang fenomena kehidupan sekelompok manusia hingga akhirnya. Dalam ayat pertama Allah gambarkan situasi kehidupan mayoritas manusia yang menghabiskan seluruh kesempatan hidupnya untuk sebuah pesta lomba mengejar prestasi duniawi, mencari popularitas, berbanyak-banyak harta dan keturunan, memburu titel dan pangkat. Yah Alangkah sesaknya dunia ini dengan manusia-manusia type ini. Manusia-manusia yang sejak bangun tidur hingga berangkat tidur kembali hanya disibukkan oleh dunia. Dia putar benaknya, dia kuras tenaga dan fikiran hanya untuk dunia. Bahkan ketika tidur, yang diimpikan juga dunia. Celakanya, ketika dia mengambil waktu sisanya untuk sholat menghadap Rabbnya, pencipta, pemilik dan pengaturnya, yang masih berputar dibenaknya juga dunia, dan ketika dia mengangkat tangannya berdo'a, yang dia mohon juga dunia. Dunia bagi kita telah berubah menjadi tujuan bukan lagi sarana, sehingga kita terus berlomba untuk mengejarnya. Dunia benar-benar telah singgah di hati kita sehingga dengan bebas mengatur dan mengendalikan seluruh aktifitas kehidupannya. Untuk manusia type-type inilah Allah katakan: "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (QS. 102:1)" Kita lalai kalau dunia ini sangat pendek waktunya, sehingga tak pantas untuk dijadikan tujuan, dunia bukanlah negeri idaman, tapi ujian dan cobaan. Yang sangat memprihatinkan adalah betapa istiqomahnya kita dalam kelalaiannya sampai ketika mata kita terbelalak ketakutan melihat malaikat maut datang menjemput. Kematian, semua orang tahu tapi terlalu sedikit yang mau menyadari, banyak manusia yang berusaha lari dari kematian, membebaskan fikirannya dari bayang-bayang maut. Namun sia-sialah usaha kita. Ibarat bejana, semua orang akan meminumnya, ibarat binatang buas tak pernah bosan mengejar mangsanya, dia berjalan dan tak pernah memperlambat langkahnya, dia pasti datang tak pernah ingkar akan janjinya." Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. (QS. 50:19)"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati... (QS. 3:185) Sakaratul maut Mengingatnya saja sudah menggetarkan hati sanubari. Bagaimana jika kelak kita benar-benar menghadapi dan itu pasti terjadi? Diriwayatkan dalam sebuah hadits shohih bahwasanya ketika datang ajal Rasulullah saw, beliau menyeka keringat dari mukanya sambil berkata:"Subhanallahu kematian benar-benar memiliki sekarat-sekarat". Lihatlah betapa Rasul yang mulia, yang menginginkan kematian untuk menemui kekasihnya masih merasakan sakaratul maut. Bagaimana halnya kita yang lari daripadanya dan memusuhi Rabb-Nya? Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang sakaratul maut Allah berfirman: Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan dan dikatakan (kepadanya):"Siapakah yang dapat menyembuhkanmu"dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (QS. 75:26-30) Itulah pemandangan maut yang merupakan akhir semua kehidupan. Tak seorangpun sanggup mencegah. Kematian memisahkan seseorang dengan kekasih, tak peduli dengan jeritan manusia di sekelilingnya, tak menghiraukan kesedihan orang yang ditinggalkan, juga tidak terhadap orang yang butuh kasih sayang. Ia tetap berjalan untuk menumbangkan semua keangkuhan dan kesombongan, terus berlalu tanpa berhenti dan menoleh. "Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan," (QS. 75:26). Itulah pemandangan sakaratul maut. Semua mata membelalak, seluruh manusia yang hadir menoleh ke kanan dan ke kiri mencari jalan penyembuhan." dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkanmu" (QS. 75:27) Sementara itu yang menghadapi kematian sedang kejang menggelinjang menahan pedihnya sakaratul maut:"Dan lututpun bertaut dengan lutut." Gagallah semua usaha, sia-sialah semua sarana dan nyatalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh oleh setiap yang hidup:" kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau." (QS. 75:30) sampai di sini berakhirlah kehidupan manusia. Banyak manusia menganggap kehidupan hanya sampai di situ. Dari lahir sampai ke liang kubur, sedang diantara keduanya manusia bebas bercanda, berhias dan bermegah-megahan, menumpuk harta memburu popularitas dan prestasi duniawi. Kita tidak percaya tentang apa yang terjadi setelah kematian, orang-orang inilah yang digambarkan oleh Allah SWT: "Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi), itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin." (QS. 50:3) Problemnya jelas yaitu faham kita yang menafikan adanya hidup setelah mati. Sebenarnya pandangan ini jelas lahir dari sebuah pemikiran yang dangkal bahkan sangat dangkal. Dengan logika yang tepat Allah menjawab pengingkaran kita: Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban) Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang laki-laki dan perempuan Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (QS. 75:36-40) Jawabannya adalah: Ya! Dia Maha suci, Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali.Ya! Dia Maha Mampu untuk menyusun kembali tulang belulang itu. Dan manusia, mau tak mau harus tunduk di bawah hakekat besar ini. Setelah manusia mati, semuanya akan mengalami alam kubur, Allah menggambarkan apa yang bakal terjadi di sana: "Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh kita), dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat)." (QS. 50:4) Perlahan-lahan bumi akan meluluhkan tubuh kita anggota demi anggota, bulu-bulu halus yang menghiasi kulit tubuh kita itu yang pertama kali berguguran, kemudian mata kita yang biasa khianat memandang benda haram akan segera meleleh, di susul telinga kita yang terbiasa mendengar suara-suara haram segera menjadi sarang kutu-kutu busuk, mulut kita yang banyak mengobral kebohongan dan ghibah hari itu akan disumpal dengan tanah, demikianlah seterusnya nasib jasad kita. Dan yang perlu diingat adalah bahwa kejadian itu takkan lama lagi akan kita alami, bukankah setahun dua tahun itu tak lama? Dan siapa yang sanggup menjamin hidup kita sampai satu atau dua tahun? Dari gelapnya alam kubur manusia akan dibangkitkan dan digiring ke padang mahsyar: " Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat, penggiring dan seorang malaikat penyaksi." (QS. 50:20-21) Pada hari itulah semua manusia akan datang dikumpulkan sebagai tamu Allah, maka berbahagialah manusia-manusia yang didunianya selalu membersihkan diri mentaati perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya. Karena pada hari itu ia akan diterima dan dimuliakan Allah, dia akan berbahagia dengan melihat wajah Rabb-Nya." Wajah-wajah (orang-orang mu'min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah kita melihat." (QS. 75:22-23) Orang-orang mukmin pada hari itu akan menjadi tamu yang paling bahagia. Sebaliknya celakalah orang-orang yang semasa hidupnya selalu mengotori dirinya, melanggar hukum-hukum Allah, menghalang-halangi tegaknya agama Allah. Karena orang yang seperti itu pada hari itu akan menjadi tamu yang diacuhkan oleh Allah tak dilihat, dan tak pula diajak bicara, kita adalah tamu-tamu yang tersingkir. "Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah kita dengan harga yang sedikit, kita itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan kita dan tidak akan melihat kepada kita pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan kita. Bagi kita azab yang pedih. "(QS. 3:77) Di hari dimana kita membutuhkan pertolongan, sedang tiada seorang penolongpun pada hari itu kecuali Allah, tapi kita dicuekkan oleh Allah, alangkah malangnya. Di hari itulah amal manusia ditimbang, adapun kelompok pertama kita akan mendapatkan kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya, dengan penuh kebahagiaan kita dipersilakan melenggang menuju surga. "Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata:"Ambillah, bacalah kitabku (ini).Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi, Buah-buahannya dekat, (kepada kita dikatakan):"Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal ang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu". (QS. 69:19-24) Dan bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (QS. 55:46) - Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (QS. 55:48). - Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. (QS. 55:50). - Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan. (QS. 55:52)
- Kita bertelekan di atas permadani
yang sebelah dalamnya dari sutra (QS.55:54)
- Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan yang menundukkan pandangannya tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum kita tidak pula oleh jin (QS.55:56) - Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan (QS 55:58) “Kita berada diatas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan. Kita dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, kita tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.” (QS. 56:15-19) “Dan buah-buahan dari apa yang kita pilih, dan daging burung dari apa yang kita inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.Sebagai balasan bagi apa yang telah kita kerjakan. Kita tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi kita mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.” (QS. 56:20-27) “Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.” (QS. 56:28-34) “Adapun golongan kedua, akan menerima kitabnya dengan tangan kirinya dan dengan penuh nista kita diseret dan dilemparkan ke dasar neraka. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:"Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku". (Allah berfirman):"Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya". Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS. 69:25-37) Adapun yang bakal terjadi dengan penduduk neraka bisa kita lihat dalam ayat-ayat berikut ini: 1. Bagi kita-kita yang mengingkari ayat-ayat Allah. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan kita ke dalam neraka. Setiap kali kulit kita hangus, Kami ganti kulit kita dengan kulit yang lain, supaya kita merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4:56) 2. Bagi orang-orang yang kikir dan tidak mau menginfaqkan sebagian hartanya. Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi kita, lambung dan punggung kita (lalu dikatakan) kepada kita:"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan. (QS. 9:35) 3. Bagi orang-orang yang suka bermewah-mewahan di dunia. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk kita pada hari Pembalasan". (QS. 56: 41-56) Itulah nasib dua kelompok manusia, tak ada lagi kelompok ketiganya. Itulah negeri akhirat sebuah kehidupan yang sebenarnya. " Bahwasanya kehidupan akhirat itulah kehidupan yang benar". Di sanalah kita semua menuju, tapi kita semua belum tahu bagaimana nasib kita kelak. Surga ataukah neraka? Semua tergantung kepada sejauh mana kita beramal di sini, di dunia ini.
Terakhir sya tutup dengan kata-kata yang sya sebut
dengan “ALARM DIRI”
Barangkali sementara orang bisa melupakan kematian karena sibuk
dengan dunia yang menyelimutinya. Ia baru sadar akan kematian apabila
kematian menimpa orang di sekelilingnya, terutama sanak keluarganya. Bahkan
ia lupa untuk mempersiapkan bekal amal bagi kehidupan abadi sesudah kematian
kecuali jika kematian menjemput dirinya. Karena itulah Rasulullah saw
bersabda: "Orang pandai adalah orang yang mampu mengontrol dirinya dan
beramal untuk kehidupan setelah kematian"
Semoga bermanfaat ..
Wallaahu a'laam bishshawwab. |
Sumber : PIPPK – Jerman
|
Senin, 10 Februari 2014
Kematian, Hal yang Pasti Tapi Sering Dilupakan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar