Ahlan Wa Sahlan In Inspirasi's Blog

Sabtu, 22 Februari 2014

Perjuanganku untuk Berjilbab (Jilbab i’m in love)... ^_^




Perjuanganku untuk Berjilbab
(Jilbab i’m in love)

Mentari pagi menyapa lembut wajah ku ,, saat ku lihat dia mulai bangun dari peraduannya . hari ini hari senin saat, hari dimana aku memulai sekolah. Mungkin awal karena beberapa bulan yang lalu telah libur semester .Teringat empat tahun silam, Pagi itu aku dan kebulatan tekadku mencoba memberanikan diri mengambil sebuah keputusan yang bertentangan dengan kedua orangtuaku. Dengan berbekal pakaian yang disumbangkan dari kakak Mentorku di sekolah,saat itu aku memakai pakaian panjang putih-abu-abu beserta jilbab yang membalut rambutku. Aku menatap wajahku di cermin, menurutku aku cantik dengan busana baruku. Dengan senyum aku melangkah. Tentu saja ibu heran dengan penampilan baruku, dengan riangnya aku beranikan diri pada ibu berbicara kalau hari ini aku akan memakai jilbab untuk selamanya, dan insyaAllah aku akan menjaga jilbab ini. Ibu ku hanya diam, tak dapat mencegahku lagi.
 
Aku bukanlah orang terakhir yang memakai jilbab di antara teman baikku. Masih ada beberapa teman baikku yang belum berjilbab . Dahulu, waktu aku masih berumur 10 tahun, aku sudah berniat untuk memakai jilbab. Padahal saat itu aku tak tahu apa itu jilbab.Yang aku tahu hanya, aku cantik saat mengenakan jilbab seperti kata ustazah TPA. Saat itu aku pernah mencoba memakai jilbab di rumah, entah berapa hari aku memakainya. Saat di tanya anggota keluarga lain, aku menjawab kalau aku mau memakai jilbab ketika masuk SMP nanti, jadi latihan dari sekarang. SMP aku nanti kan di pesantren.

Tentu saja ibu hanya diam saat itu, namun dengan rayuannya, step by step akhirnya aku luluh tidak jadi sekolah di pesantren dan memakai jilbab. Alasan yang ibu dan anggota keluarga berikan sebenarnya simple untuk mengelabui seorang anak kecil. Alasannya sih pakai jilbab itu panas, susah dapet kerjaan nantinya, dan adek tuh masih kecil, kalau sekolah di pesantren nanti kangen sama ibu susah untuk pulang. Bahkan kakak perempuanku cerita menakutkan kalau adik temennya ada yang sekolah di pesantren kutuan karena tidurnya rame-rame. Anehnya, Usiaku saat itu masih berpikir takut kepada kutu rambut. Gubrak!

Ketika SMP aku sangat kagum dan iri dengan temanku, ia memakai jilbab yang zaman itu memakai jilbab di SMP negeri adalah kondisi yang langkah. Aku juga kagum dengan guru bahasa Inggris yang mengenakan jilbab. Anggun dan cantik. Aku ingat kata-katanya “adik-adik memakai jilbab itu enak loh, gak digangu cowok-cowok nakal,  gak panas, gak akan item, tambah cantik, dan gak bakal digigit nyamuk, paling di muka itupun nyamuknya terpeleset karena ada bedak”. Aku sangat suka dengan ibu guru itu, entah mungkin ia hanya PKL atau guru pengganti, ia hanya mengajar kami sebentar.

Lambat laun hidayah untuk memakai jilbab itu lenyap. Akupun tak tahu pasti kenapa keinginanku dari kecil hilang ketika aku berada di lingkungan yang mayoritas menggunakan jilbab. Padahal ketika SMK semua kakak kelas baik, santun, anggun, serta perhatian. Mungkin karena dari kecil aku menganggap bahwa orang yang memakai jilbab itu anggun, baik, rajin ibadah, dan tentu saja tak akan melepasnya saat keluar rumah. Sedangkan orang-orang yang menjadi inspirasiku untuk berjilbab meninggalkan pakaian jilbab itu tanpa malu dan ragu. Teman SMP ku hanya memakai jilbab ketika ia sekolah, sedangkan ustazahku melepasnya karena ia telah menikah. Mereka melepas jilbab yang saat itu ingin sekali aku pakai.

Aku tak pernah menyalahkan mereka, aku saja yang saat itu bertokoh pada orang lain. Sehingga ketika kekagumanku sirna maka sirna pula keinginanku. Hidayahku menghilang karena kebodohanku saat itu. Mungkin juga aku terlalu percaya tentang persepsi orangtuaku tentang jilbab yang akan mengungkungku.

Aku juga tak tahu pasti hidayah itu kembali, saat itu tiba-tiba saja aku ingin berjilbab setelah mendengar ceramah agama dari guru agama favorit kami. Padahal ia sering menasehati tentang jilbab kepada kami, sering juga menyinggungku saat aku memekai rok pendek namun hati ini tak luluh bahkan mempunyai banyak alasan untuk tidak mengenakan jilbab. Orangtua tak setuju, susah dapet kerja, tidak bebas melalukan sesuatu, takut memalukan nama jilbab, takut akhlak gak bisa baik saat berjilbab dan sebagainya. Padahal kita semua tahu kalau ada niat maka ada seribu cara untuk mencapainya, bukan seribu alasan untuk mencegahnya.

Aku tak ingat kata-kata dari sang guru yang membuatku terenyuh. Yang ku tahu aku menangis setelahnya dan ingin segera memakai jilbab. Tiga bulan lamanya aku menunggu saat-saat terindah memakai jilbab. Aku sengaja untuk menundanya sampai hari lahirku tiba, tepat saat ku berusia 16 tahun. Tiga bulan itu lah saat aku membulatkan tekad, berkomunikasi dengan orangtua walau jawaban orangtuaku tetap tidak tentang jilbab, serta mempersiap diri dan akhlak. Alhamdulillah hidayah yang pernah pergi hadir kembali karena kasih sayang Allah kepadaku.

Cobaan tak henti sampai disitu , kini aku telah memakai jilbab , terus berusaha untuk menjaga dan istiqomah . sejujurnya aku sangat istiqomah ditambah lagi dengan motivasi yang diberikan oleh guru agamaku di SMK dan juga kakak-kakak mentorku di ROHIS . mereka orang yang luar biasa. Tidak pernah terbayangkan dan ku prediksi sebelumnya bahwa aku mendapat tantangan berjilbab dari guru Non-Muslim ku disekolah , beliau sebenarnya orang yang baik namun karena ketidaksukaan dia kepada ISLAM membuat dia membenci semua orang-orang ISLAM yang ada disekolah itu , termasuk diriku .. masih terlihat jelas di memori kepala ku, berawal waktu untuk pemotretan semua siswa untuk mengikuti Ujian Nasional saat itu , setiap siswi yang mengenakan jilbab diminta untuk melepaskan jilbab mereka . Aku mencoba meyakinkan diri dan memberanikan diri untuk tidak melepaskan kain putih segiempat itu , salah satu guru honorer disekolah ku mengancam dengan kalimat yang menyedihkan hatiku “ kalau kamu tidak melepas jilbabmu, sekolah tidak bertanggung jawab sekiranya kamu tidak bisa mengikuti Ujian Nasional dan Ijazahmu tidak dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan “

 Masya Allah rintihku .. begitukah ???

saat itu aku masih labil untuk memberontak , menangis menjadi luapan emosiku.
Spontan ku ambil HP ku dari kantong rok ku , kak aida menjadi sasaran utama ku untuk mengadukan semua ini , luar biasa beliau menguatkanku , 1 kekuatan ku dapatkan .. selanjutnya kak yumi .. pengalaman yang sama beliau alami ,aku masih ingat kata-kata nya “ Dek ,, kk aja udah kuliah sekarang ,, lulus dengan nilai bagus , gak ada hambatan ataupun kendala , baik itu dari Dinas maupun dari sekolah ,, toh .. kk lulus juga , itu Cuma kerikil kecil dek , pertahankan !!! “
Oke .. 2 kekuatan sudah di tanganku ..
selanjutnya , yang terakhir adalah guru agama ku sekaligus pembina rohis ku ,,  luar biasa mereka semua menjadi penguat jalanku .. Alhamdulillah ..
Walau dengan sedikit deraian air mata ,, karena ada rasa takut tidak bisa ikut ujian .. huuft .. manusiawi ..

Lega .. akhirnya

UJIAN NASIONAL pun bisa ku jalani dan terlewatkan ..
Beberapa minggu setelah itu .. Ujian Akhir Sekolah pun diadakan ..
Nah .. inilah masa klimaks bagiku yang tak pernah kulupakan sampai kapanpun ...
Awalnya terlihat tenang .. ujian dimulai , guru pengawas adalah dari guru sekolah ku sendiri , nah sebelumnya pernah ku ceritakan ya ada seorang guru Non-Muslim yang sangat tidak menyukai ISLAM .. yups .. inilah saat nya ..
Kertas ujian sudah dibagikan waktu berjalan beberapa menit .. ketika ditengah masa ujian ..

beliau ketus mengatakan “ siapa ini berfoto pakai jilbab , ??”

aku tau itu yang dimaksud adalah diriku .. dengan tenang karena ku sadar saat itu tengah ujian, jadi tak ku jawab pertanyaannya ..
Beliau mulai melirik ke arahku dengan sorot mata yang sangat tak menyenangkan ..
Aku meneruskan menjawab soal demi soal ujianku .. lalu beliau terus ketus kembali mengatakan “ kenapa sih Cuma 1 menit aja gak mau untuk lepas jilbab??!!”

Cuma 1 menit ??!! waaaaww dahsyat.. kata-kata itu menusuk ku ..

Sejujurnya aku geram sekali mendengarnya , tapi posisiku saat itu adalah seorang siswa dan beliau adalah seorang guru .. dan juga aku sedang ujian ,, jadi ku biarkan saja sambil terus beristighfar dalam hatiku ,, hmm ujianku menjadi tidak tenang .. karena terngiang kata-kata dari guruku tersebut, walau bagaimanapun beliau adalah guruku , tepatnya guru mata pelajaran PKN ..
Allah .. nama yang selalu ku sebut di setiap hentakan nafasku
Inilah skenario kehidupan dari sang Illahi ..
Tampaknya menjadi cerita tak terlupakan sampai kapanpun .. bahwa mempertahankan akidah itu bukan hanya untuk 1 menit namun untuk 1 hidup selamanya ,,
Setelah tamat dari sekolah ,, aku bercerita pada guru agamaku , dan ku dapatkan informasi bahwa guru PKN ku itu adalah seorang MISSIONARIS..
wajarlah ketat betul pengawasan beliau terhadapku .. matanya selalu melirik sehingga
membuat kudukku berdiri ngeri ,, hihi
takut ..
Keyakinanku dengan pertahanan ini membuat semangat ku untuk terus mendakwahkan tentang jilbab kepada yang lain semakin bergelora .. hammasah !!
Saat itu dimana saat-saat yang mendebarkan bagiku ,, latar belakang keluarga yang tidak religius , ditambah dengan pengetahuan agama yang minim , membuat ku mudah merasa takut dengan kerikil kecil yang memang menjadi sandungan nantinya ..^_^

Kini ,, keyakinanku telah mantap dengan ilmu yang diajarkan oleh tutor sekaligus ustadzah dikampusku dan Alhamdulillah saat ini aku menjadi seorang Mentor (pembimbing) adik-adik Rohis ku di SMK Negeri 1 Kota Jambi .^_^
Semua menjadi pelajaran dan pengajaran yang sangat berharga bagiku

Dengan proses-proses yang luar biasa ..

Alhamdulillah, aku bersyukur aku pernah berjilbab transparan, berjilbab nyaris tak menutupi dada, serta memakai celana panjang dengan baju panjang mini, namun seiring waktu aku berusaha menyempurnakannya. Aku bersyukur karena aku pernah merasakan bagaimana perjuangan untuk menjadi lebih baik. Semuanya membutuhkan proses dan semuanya membutuhkan ilmu. Seperti diriku, yang memperoleh hidayah dengan proses begitu pula dengan hijabku, aku memakainya dengan proses dari tak sempurna menuju sempurna. Sampai saat ini pun aku akan terus berusaha menyempurnakan jilbab dan menjaganya.Tentu saja aku menikmati setiap prosesnya. 

Mungkin saat ini banyak saudari-saudariku, entah di ujung dunia sana ataupun yang sangat dekat dengan ku sedang memperjuangkan jilbab mereka. Berjuang untuk memulai mengenakannya ataupun berjuang untuk mempertahankannya. Bahkan mungkin saja perjuangan mereka sangatlah berat dari perjuanganku dahulu yang hanya sebatas pertentangan kata orangtua dan pertentangan kata hati. Begitu pula dengan saudari-saudariku yang belum mengenakan jilbab ataupun yang telah mencoba menutup aurat namun belum sempurna, selalulah semangat mengejar ilmu untuk menjadi lebih baik menuju jilbab yang sempurna. semangat!!

Itulah cerita romantisme 4 tahun jilbabku, 20 Juni 2010, hingga saat ini aku berusaha menjaganya.  Kini, Aku nyaman dengan jilbabku. Jilbab i’m in love.



Sebagai tambahan ,, aku menyelipkan tips dan trick untuk berjilbab ala ku ,,
dengan 7M :

ü  Mantapkan niat...
ü  Mulailah dengan Bismillah..
ü  Membaca surat cinta Allah kepada kita(muslimah) tentang kewajiban menutup aurat
ü  Minta restu orang tua....
Supaya lebih
ü  Meyakinkan diri kita untuk memakai jilbab
ü  Modis tapi tetep syar’i
ü  Mempertahankan jilbab dimanapun dan dalam kondisi apapun
Sehingga kita bisa menjadi
Muslimah kaffah .. ^_^

Biodata Penulis

Nama                           : Mega Setia.
Tempat,tanggal lahir    : Jambi, 17 November 1993.
Daerah asal                  : Jambi.
Alamat                         : Jl. Widuri II RT 31/01 Pal V Kota Baru Jambi.
Status                           : Mahasiswi ,Tadris Bahasa Inggris
  IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.
Aktivitas                       : Mahasiswi , Mentor , dan Aktivis Dakwah Kampus.
No hp                          : 085384177230 / 089674271590
Hobi                            : Membaca , Menulis , Badminton.
Motto                          : Ganbatte Kudasai !!!
  (apapun yang ingin dilakukan, lakukanlah hingga bisa)

"Tulisan ini sangat saya rencanakan untuk mengikuti lomba sayembara menulis dari FSLDK INDONESIA ,, rasa bangga bisa mengikutinya serta pengharapan semoga tulisan ini mendapat apresiasi yang positif dan bermanfaat bagi pembaca .."

1 komentar:

  1. subhanallah,,,, tulisannya bagus.. linda blg ajari bkin blog..:)

    BalasHapus