Bismilllahirrahmanirrahiim ..
Mentari pagi telah tampak ..
seolah menyapaku di kesejukan pagi ini ..
seolah ku tersentak dan teringat beberapa wajah yg membuatku bertahan untuk mereka ..
Mentari pagi telah tampak ..
seolah menyapaku di kesejukan pagi ini ..
seolah ku tersentak dan teringat beberapa wajah yg membuatku bertahan untuk mereka ..
yuupzzz..
Pagi ini ..
cerita hangat akan ku ukir di inspirasi hatiku ..
Mungkin tidak
menarik bagi yang membaca ,, hhee
tapi yg pasti ... aku menyukainya ..
tapi yg pasti ... aku menyukainya ..
Segenap tenaga yg
Allah berikan kepadaku .. membuatku ingin kembali bercerita tentang hidupku ..
Saat semua
metamorfosa kehidupan mengajarkanku arti sebuat persahabatan .. bukan
persahabatan biasa.. ini persahabatan istimewa ,, sampai membuat yang terlibat
menjadi nyaman karenanya .. terjaga rahasia nya .. tak memandang status sosial
.. begitulah yang ku rasa..
Baik..
Sahabat ..
Aku mengenalmu
tanpa sengaja , mencoba akrab denganmu ..
Menjalin pertemanan
yang berarti ..
Aku mengunjungimu
di setiap jum’at siang ...
Tak ada kata yang
bisa ku ungkap selain karena cintaku padamu ..
Selalu ku ingat
lembutnya wajahmu ,, ceria nya dirimu ,,
Dalam rabithah ku
.. ku do’akan agar kita selalu bersama ..
Percayalah ..
Cinta ini bukan
cinta biasa ..
Cinta ini istimewa
..
Untuk kalian yang
luar biasa ..
Izinkan aku
memberikan bisyarah dari idolaku Muhammad SAW ..
“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama
lain saling menguatkan.” (HR. Al
Bukhari dan Muslim).
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan
saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan
sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan
demam.”(HR. Muslim)
Rasulullah saw pernah
ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang
dapat memasukkan aku ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah,
jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan
zakat dan engkau menyambung silaturahmi”. (HR. Bukhari)
Dari Hudzaifah Bin
Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli)
terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.” (HR. At Tabrani)
“Apabila seseorang
mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dari Anas ra.
mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw, lalu salah seorang
sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah saw tersebut
mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah saw bersabda,
“Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian
Rasulullah saw bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut
memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”
Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena
engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR.
Abu Dawud)
“Janganlah kamu
meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (HR. Muslim)
“Tidak ada dua orang
muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya
sebelum berpisah.” (HR. Abu
Dawud)
Nabi Muhammad saw
bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang
mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi
karena Aku’.” (HR. Imam Malik
dalam Al-Muwaththa’)
Dari Anas bin Malik,
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu
yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari
kiamat.” (HR. Thabrani)
Dari Anas bahwa,
“Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa
cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)
Dari Thabrani
meriwayatkan, dari Aisyah ra. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah,
niscaya kamu akan saling mencintai.”Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang
melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan
kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya
Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi
(aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di
akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
“Maukah kalian aku
tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang
yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim
orang yang memutuskanmu” (HR.
Baihaqi)
“Barangsiapa yang ingin
dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali
persaudaraan” (H.R.
Bukhari-Muslim)
“Maukah kalian aku
tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat
menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan
yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan
kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam
Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh
yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan
dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim)
Belum cukupkah
semua itu menjadi penguatmu ???
ok.. aku akan sampaikan dari pesan dari sang Pemilik Cinta “ Allah SWT”
ok.. aku akan sampaikan dari pesan dari sang Pemilik Cinta “ Allah SWT”
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Allah berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang
beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat. (Al Hujurat: 10)
Nikmat Ukhuwah, adalah salah satu
nikmat yang besar di Surga nanti. Allah melenyapkan dari hati-hati penduduk
surga segala hal yang menghalangi nikmat persaudaraan seperti hasad, dendam,
suudzan dll. Allah berfirman,
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ. ادْخُلُوهَا بِسَلاَمٍ آمِنِينَ. َنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَاناً عَلَى سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ
Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat)
mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah
ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman ” . Dan Kami lenyapkan
segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa
bersaudara duduk
berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.(QS Al Hijr: 45-47)
Sebagai tambahan
ilmu : kita mengenal tentang ukhuwah
Kata ukhuwah berakar dari kata kerja
akha, misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan Shalih
sebagai saudara). Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah
adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.
Hakekat Ukhuwah Islamiyah:
1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103)
2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)
3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63)
4.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S.49:10
Hakekat Ukhuwah Islamiyah:
1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103)
2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)
3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63)
4.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S.49:10
Perbedaan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Jahiliyah:
Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam
Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak, perkawinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan pribadi)
Peringkat-peringkat ukhuwah:
Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S. Al Hujurat: 13)
Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.
Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)
Ta’awun adalah saling membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran
Lalu pada akhirnya
aku berharap tulisan ini dapat memberi manfaat bagi pembaca...
dan menjadi penyemangat untukku untuk terus menulis ..
dan menjadi penyemangat untukku untuk terus menulis ..
Allahu Akbar !!!
Do'a Robithoh (Menyatukan Hati dalam Perjuangan)
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syariat-Mu. Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaanya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal yang baik kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami ini. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami, Muhammad SAW, juga segenap keluarga dan sahabatnya.”
Wallahu’alam ..
semoga bermanfaat ..
semoga bermanfaat ..
Maraji’ :



lanjutkan adikku. torehkan tinta emas dalam perjalanan hidupmu. kita memang memiliki nada yang berbeda namun satu irama. goog job
BalasHapussyukron atas dukungannya kk.. maaf.. sudah lama tak membuka blog... :)
Hapus