Ahlan Wa Sahlan In Inspirasi's Blog

Jumat, 07 Maret 2014

3 Menit di Malam Panjang

''TIGA MENIT DI MALAM PANJANG''

Ini bukanlah kisahku ,, karena aku pun belum menikah .. hhee
namun bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk kedepannya ..

terinspirasi dari salah satu fanpage di facebook ada seorang akhwat yang membagi kisah cinta dalam diamnya.

inilah kisahnya ..

 Menaruh hati diam-diam pada seorang lelaki taat yang selalu membuat hari-hariku menjadi indah dan berwarna. Sayangnya, sama sekali tak ada keberanian yang aku tunjukkan untuk mengungkapkan rasa itu. Aku selalu merasa puas dengan apa yang kulakukan. Melihatnya dari jauh dan mendoakannya selama tiga menit dalam malam panjangku.

"Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam."

Aku masih menyimpan rasaku diam-diam kepadanya. Hingga tahun kedua aku bisa melihatnya tampak semakin dewasa. Sedangkan aku masih saja takut-takut melihatnya. Namun, kau tahu satu yang pasti? Aku masih mendoakannya dalam malam-malam panjangku. Tiga menit untuknya. Kubisikkan diam dan dalam. Sungguh, ketaatannya pada agama membuatku sangat tertarik padanya. Satu lagi yang pasti, aku berharap semoga ia belum berpasangan dengan wanita manapun.

Kini, sudah tahun keempat aku melihatnya. Tak pernah ada tegur sapa di antara kita, kecuali sapaan senyum jika saling berpapasan. Sungguh, aku selalu deg-degan setiap kali mendapatkan senyuman yang kurasa maut itu.

Hingga, ia datang dengan wajah berseri, menyampaikan satu niatan besar dalam hidupnya. Saat itu, usai sholat dhuhur, aku tengah melipat mukena, tak menyadari kehadirannya sama sekali.

"Aku ingin kau menjadi makmumku."

Bengong. Ya, ekspresiku saat itu hanya bengong, kaget, campur tak percaya. Kau tahu betapa menegangkannya dilamar dalam keadaan tak siap. Lalu, sejurus kemudian ia mengangguk mantap seraya tersenyum lebar.

"Aku percaya dan yakin, kau bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak."

Yaa Allah... aku benar-benar speechless mendengarnya. Bayangkan saja, doa tiga menitku ternyata dikabulkan. Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam.

Semoga Bermanfaat

Ya ALLAH,,andai dia Engkau takdirkan menjadi jodohku,Satukan hatinya dan hatiku dalam pernikahan yang barokah..

Namun bila dia bukan Engkau ciptakan menjadi jodohku,

Beri kami jalan yang terbaik agar tidak saling menyakiti..

Aamiin ya Rabbal'alamin...

tidak bermaksud apa-apa dalam tulisan ini semoga bagi mereka yang suka mengumbar-umbar perasaan mereka yang hanya sesaat ,, menjadi sadar bahwa ketika cinta yang selama ini hanya di rasakan dalam diam itu jauh lebih indah .. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar