Islam Di Tengah Indahnya Bunga Sakura
Banyak
hal yang membuatku tertarik pada Negeri Matahari terbit ini ,, pesona negeri
dan budaya nya membuatku jatuh hati padanya ...
bagaimana tidak , banyak hal yang menjadi perbincangan orang jika mengatakan kata “jepang”
dari segi perekonomiannya membuatnya menjadi negara terbaik di dunia , kartun dan animasinya melukiskan sejarah hingga hari ini , culture serta keindahan alamnya tak kalah menjadi magnet yang menarik orang untuk berkunjung kesana .. pendidikannya pun tak kalah hebat .. walau sejarah pahit pernah tergores di ibu pertiwi indonesia . membuat sebagian orang membenci jepang ..
cobalah melihat dari sisi positif , setiap hal itu ada positif dan ada negatifnya pula sahabat ..
yang membuatku semakin berdecak kagum padanya adalah perkembangan islam di jepang ..
aku ingin berkunjung kesana ,, dengan membawa dakwah islam .. sepertinya mimpi itu belum bisa ku realisasikan saat ini,, entah kapan tapi , aku tetap terus berdo’a semoga Allah mengizinkan hamba-Nya ini meninggalkan jejak di Negri Sakura ini ..
bagaimana tidak , banyak hal yang menjadi perbincangan orang jika mengatakan kata “jepang”
dari segi perekonomiannya membuatnya menjadi negara terbaik di dunia , kartun dan animasinya melukiskan sejarah hingga hari ini , culture serta keindahan alamnya tak kalah menjadi magnet yang menarik orang untuk berkunjung kesana .. pendidikannya pun tak kalah hebat .. walau sejarah pahit pernah tergores di ibu pertiwi indonesia . membuat sebagian orang membenci jepang ..
cobalah melihat dari sisi positif , setiap hal itu ada positif dan ada negatifnya pula sahabat ..
yang membuatku semakin berdecak kagum padanya adalah perkembangan islam di jepang ..
aku ingin berkunjung kesana ,, dengan membawa dakwah islam .. sepertinya mimpi itu belum bisa ku realisasikan saat ini,, entah kapan tapi , aku tetap terus berdo’a semoga Allah mengizinkan hamba-Nya ini meninggalkan jejak di Negri Sakura ini ..
ini
dia sejarah singkat Islam di Jepang...
Islam di Jepang biasanya dianut oleh orang Turki, Arab, Melayu, dan Indonesia yang melakukan studi atau bekerja di Jepang. Islam dalam bahasa Jepang adalah イスラム教 (bahasa Jepang: isuramukyou)
Hubungan Islam dengan Jepang ini masih terbilang belia jika dibandingkan hubungan agama ini dengan negara-negara yang lain di seluruh dunia.
Tidak terdapat sebuah hitungan yang nyata tentang hubungan-hubungan antara agama Islam dengan Jepang atau cerita sejarah tentang Islam di Jepang melalui penyebaran agama, kecuali beberapa hubungan tersembunyi antara penduduk-penduduk Jepang dengan orang-orang Muslim dari negara lain sebelum tahun 1868.
Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang. Ini membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang, tapi hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran.
Lagi satu hubungan yang penting dibuat pada tahun 1890 ketika Turki Usmaniyah mengirim utusan yang menumpang sebuah kapal yang dinamakan "Ertugrul" ke Jepang untuk tujuan menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara serta untuk saling memperkenalkan orang Muslim dan orang Jepang. Kapal itu yang membawa 609 orang penumpang dalam pelayaran pulang ke negara mereka tenggelam dengan 540 penumpang tewas.
1. Mesjid di Jepang
Jumlah mesjid di Jepang terbanyak terletak di Tokyo. Mesjid tertua di Jepang adalah mesjid Kobe didirikan tahun 1928 oleh pedagang dari India. Mesjid tertua di Tokyo adalah mesjid Jamii yg dibangun tahun 1938 didirikan oleh orang Turki. Mesjid terbaru sekarang adalah mesjid Gifu , Prefecture Aichi (Prefecture=setingkat provinsi gan), proyek pembangunan mesjid ini menelan biaya sebesar 129.000.000 yen atau 1,1 juta dolar AS. Mesjid besar tidak banyak, kebanyakan bangunan sederhana berupa rumah, apartement atau ruangan kosong yg disewa beberapa orang. Karena membuat keributan dan kebisingan dilarang di Jepang (termasuk juga agama lain) maka suara adzan hanya terdengar di dalam ruangan mesjid saja.
2. Jumlah penganut Islam di Jepang
Agama adalah urusan pribadi yang sama sekali tidak diatur oleh pemerintah. Namun menurut perkiraan yg dibuat oleh Islamic Center di Jepang menyebutkan angka sebesar 70.000 sampai 200.000 di Jepang.
3. Wilayah dengan penduduk muslim terbanyak
Kota apakah di Jepang yang memiliki jumlah muslim terbanyak? jawabannya adalah tidak ada. Demikian juga dengan pertanyaan seperti desa atau perkampungan muslim, bisa dikatakan tidak atau belum ada di Jepang.
4. Muslim terbanyak di Jepang adalah warga Indonesia
Kebanyakan dari umat muslim yang ada di Jepang adalah para pendatang dengan profesi yg beragam, umumnya pelajar, pekerja bisnis, tenaga kerja magang, serta staff kedutaan beserta keluarganya. Mereka tinggal dan tersebar di berbagai tempat namum umumnya di kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Osaka, Hiroshima, Kobe, Hamamatsu atau Hokkaido. Komposisi terbesar dari penduduk muslim di Jepang adalah warga Indonesia sekitar 20.000. Angka ini sepertinya masuk akal karena berdasarkan dari kedutaan besar Jepang di Jakarta menyebutkan bahwa jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang 23.890 per Desember 2004
5. Orang pertama yang memeluk islam di Jepang
Torajiro Yamada (1957), Mitsutaro Takaoka (1909), Bunpachiro Ariga (1946), Nurullah Tanaka Ippei (1934). Orang Jepang muslim yang pertama kali naik haji adalah Haji Kataro Yamaoka (Sumber: berita Antara). Organisasi muslim pertama adalah Japan Muslim Asociation berdiri tahun 1953 dibawah pimpinan Shadiq Imaizumi dengan jumlah anggota 65 orang.
6. Masa keemasan Islam di Jepang
Setelah perang dunia II Perkembangan Islam di Jepang mencapai masa keemasan karena saat itu banyak tentara yang bertugas di negara lain yg memeluk Islam dan kemudian mendirikan organisasi serta menyebarkan agama Islam ke masyarakat luas. Kemudian saat terjadi krisis minyak tahun 1973, karena perhatian Jepang beralih ke negara penghasil minyak yang sebagian besar adalah negara arab. Perkembangan Islam di Jepang jg menunjukkan kenaikan setelah peristiwa 11 september 2001, serta setelah perang teluk yang berakhir dengan dikuasainya Irak oleh pasukan Amerika. Saat inilah perkembangan Islam mencapai puncaknya karena tiap hari mesjid tidak pernah sepi dari kunjungan orang Jepang yaitu sekitar 50 orang perhari yang ingin berpindah memeluk agama Islam.
7. Masa Suram Islam di Jepang
Perkembangan Islam di Jepang juga pernah menjadi sorotan karena beberapa kasus seperti pembunuhan Hitoshi Igarashi 11 juli 1991 yg menghebohkan. Beliau adalah dosen bidang studi Islam yg ditemukan berlumuran darah di ruang kerjanya di Universitas Tsukuba Ibaraki. Kasus lainnya adalah terbunuhnya Kazuya Ito, tenaga sukarelawan di Afganistan tahun 2008. Pembunuhan yg mengatasnamakan kelompok Islam tersebut menculik Kazuya Ito sehabis bekerja.
8. Toleransi dan kemudahan beragama di Jepang
Salah satu sebab agama Islam bisa berkembang di Jepang adalah karena bagusnya iklim masyarakat Jepang dan jaminan pemerintah terhadap kebebasan beragama. Bebas untuk tidak memeluk agama apapun. Orang Jepang secara umum bisa dikatakan tidak mengenal agama, jadi tidak ada fanatisme agama dalam diri mereka. Agama hanyalah sekedar aktivitas budaya yg tidak tercatat pada dokumen identitas apapun.
Islam di Jepang biasanya dianut oleh orang Turki, Arab, Melayu, dan Indonesia yang melakukan studi atau bekerja di Jepang. Islam dalam bahasa Jepang adalah イスラム教 (bahasa Jepang: isuramukyou)
Hubungan Islam dengan Jepang ini masih terbilang belia jika dibandingkan hubungan agama ini dengan negara-negara yang lain di seluruh dunia.
Tidak terdapat sebuah hitungan yang nyata tentang hubungan-hubungan antara agama Islam dengan Jepang atau cerita sejarah tentang Islam di Jepang melalui penyebaran agama, kecuali beberapa hubungan tersembunyi antara penduduk-penduduk Jepang dengan orang-orang Muslim dari negara lain sebelum tahun 1868.
Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang. Ini membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang, tapi hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran.
Lagi satu hubungan yang penting dibuat pada tahun 1890 ketika Turki Usmaniyah mengirim utusan yang menumpang sebuah kapal yang dinamakan "Ertugrul" ke Jepang untuk tujuan menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara serta untuk saling memperkenalkan orang Muslim dan orang Jepang. Kapal itu yang membawa 609 orang penumpang dalam pelayaran pulang ke negara mereka tenggelam dengan 540 penumpang tewas.
1. Mesjid di Jepang
Jumlah mesjid di Jepang terbanyak terletak di Tokyo. Mesjid tertua di Jepang adalah mesjid Kobe didirikan tahun 1928 oleh pedagang dari India. Mesjid tertua di Tokyo adalah mesjid Jamii yg dibangun tahun 1938 didirikan oleh orang Turki. Mesjid terbaru sekarang adalah mesjid Gifu , Prefecture Aichi (Prefecture=setingkat provinsi gan), proyek pembangunan mesjid ini menelan biaya sebesar 129.000.000 yen atau 1,1 juta dolar AS. Mesjid besar tidak banyak, kebanyakan bangunan sederhana berupa rumah, apartement atau ruangan kosong yg disewa beberapa orang. Karena membuat keributan dan kebisingan dilarang di Jepang (termasuk juga agama lain) maka suara adzan hanya terdengar di dalam ruangan mesjid saja.
2. Jumlah penganut Islam di Jepang
Agama adalah urusan pribadi yang sama sekali tidak diatur oleh pemerintah. Namun menurut perkiraan yg dibuat oleh Islamic Center di Jepang menyebutkan angka sebesar 70.000 sampai 200.000 di Jepang.
3. Wilayah dengan penduduk muslim terbanyak
Kota apakah di Jepang yang memiliki jumlah muslim terbanyak? jawabannya adalah tidak ada. Demikian juga dengan pertanyaan seperti desa atau perkampungan muslim, bisa dikatakan tidak atau belum ada di Jepang.
4. Muslim terbanyak di Jepang adalah warga Indonesia
Kebanyakan dari umat muslim yang ada di Jepang adalah para pendatang dengan profesi yg beragam, umumnya pelajar, pekerja bisnis, tenaga kerja magang, serta staff kedutaan beserta keluarganya. Mereka tinggal dan tersebar di berbagai tempat namum umumnya di kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Osaka, Hiroshima, Kobe, Hamamatsu atau Hokkaido. Komposisi terbesar dari penduduk muslim di Jepang adalah warga Indonesia sekitar 20.000. Angka ini sepertinya masuk akal karena berdasarkan dari kedutaan besar Jepang di Jakarta menyebutkan bahwa jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang 23.890 per Desember 2004
5. Orang pertama yang memeluk islam di Jepang
Torajiro Yamada (1957), Mitsutaro Takaoka (1909), Bunpachiro Ariga (1946), Nurullah Tanaka Ippei (1934). Orang Jepang muslim yang pertama kali naik haji adalah Haji Kataro Yamaoka (Sumber: berita Antara). Organisasi muslim pertama adalah Japan Muslim Asociation berdiri tahun 1953 dibawah pimpinan Shadiq Imaizumi dengan jumlah anggota 65 orang.
6. Masa keemasan Islam di Jepang
Setelah perang dunia II Perkembangan Islam di Jepang mencapai masa keemasan karena saat itu banyak tentara yang bertugas di negara lain yg memeluk Islam dan kemudian mendirikan organisasi serta menyebarkan agama Islam ke masyarakat luas. Kemudian saat terjadi krisis minyak tahun 1973, karena perhatian Jepang beralih ke negara penghasil minyak yang sebagian besar adalah negara arab. Perkembangan Islam di Jepang jg menunjukkan kenaikan setelah peristiwa 11 september 2001, serta setelah perang teluk yang berakhir dengan dikuasainya Irak oleh pasukan Amerika. Saat inilah perkembangan Islam mencapai puncaknya karena tiap hari mesjid tidak pernah sepi dari kunjungan orang Jepang yaitu sekitar 50 orang perhari yang ingin berpindah memeluk agama Islam.
7. Masa Suram Islam di Jepang
Perkembangan Islam di Jepang juga pernah menjadi sorotan karena beberapa kasus seperti pembunuhan Hitoshi Igarashi 11 juli 1991 yg menghebohkan. Beliau adalah dosen bidang studi Islam yg ditemukan berlumuran darah di ruang kerjanya di Universitas Tsukuba Ibaraki. Kasus lainnya adalah terbunuhnya Kazuya Ito, tenaga sukarelawan di Afganistan tahun 2008. Pembunuhan yg mengatasnamakan kelompok Islam tersebut menculik Kazuya Ito sehabis bekerja.
8. Toleransi dan kemudahan beragama di Jepang
Salah satu sebab agama Islam bisa berkembang di Jepang adalah karena bagusnya iklim masyarakat Jepang dan jaminan pemerintah terhadap kebebasan beragama. Bebas untuk tidak memeluk agama apapun. Orang Jepang secara umum bisa dikatakan tidak mengenal agama, jadi tidak ada fanatisme agama dalam diri mereka. Agama hanyalah sekedar aktivitas budaya yg tidak tercatat pada dokumen identitas apapun.
Sejujurnya ku akui banyak dari budaya
jepang sama dengan syari’t islam ,, mereka disiplin waktu,sangat menghormati
dan menyayangi orang tua , malu melanggar aturan yang telah dibuat bersama ,
rajin membaca dsb... semakin membuatku kagum padanya ..
Semoga
bermanfaat sahabat .. do’akan aku melintasi Negri Matahari terbit itu ...


sumbernya dari mana kak..kok nggk di ikut sertakan...:)
BalasHapusoh iya .. lupa kk
Hapusheheh
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusohohoho, setiap copas jngn lupa di tulis sumbernya kak...biar aman...:)
BalasHapus