ertemuan siang itu membuat ku kagum
padanya,, gadis berkerudung panjang, wajah manis dan lemah lembut itu, tidak
menampakkan masa lalu kelam yang telah lama ia simpan.. siapa yang menyangka
bahwa di balik keramahan dan kelembutan wajah itu tersimpan segelintir niat
buruk terhadap islam. Tapi aku tidak merasakan keburukan yang ia simpan begitu
rapi, hingga akhirnya bangkai yang telah
tersimpan lama itu akhirnya terbau juga.
Siang yang mencerahkan
itu, itulah awal dimana kami bertemu,, tidak ada kecurigaan pada saat itu, kami
saling berkenalan, dengan keramahan dia memperkenalkan diri, dengan nama
Johanna. Sejak pertemuan saat itu, kami begitu akrab saling bertukar nomor
telephone dan komunikasi kami lancar. Alhamdulillah, rasanya aku mendapat
saudara baru lagi.
Tidak terasa 2 tahun
sudah perjalanan persahabatan kami, tepat pada tanggal 17 november 2010 pada
hari rabu, aku bermain ke tempat dimana dia kos, aku pun terkejut ketika
melihat sebuah salib dan kitab injil terletak di rak buku-buku nya,, astaghfirullahal’adzim...
ya Allah apa maksud semua ini,, ketika
itu aku terkejut bukan kepalang, rasanya aku terjebak didalam rumah itu aku
menyesal mengapa begitu ringan kaki ku melangkah ke tempat itu, ya Rabb apa yang harus ku lakukan dengan
benda yang ku pegang ini, ingin ku buang tapi aku butuh penjelasan tentang
semua ini, atau aku hanya diam,, kebingungan pun menyelimuti pikiranku..
na’uzubillah.. aku tidak bisa berdiam, tapi tubuh ini terasa berat untuk
digerakkan..
Ketika itu terlintas
dalam pikiranku untuk pergi, saat itu juga aku memberanikan diri, ku bawa kitab
dan salib itu dan aku langsung bergegas meninggalkan tempat itu,, tanpa pamit
aku meninggalkannya.
Ketika telah sampai
dirumah, Johanna menelpon ku, “
assalamu’alaikum, mil kamu dimana?” tanpa mengubris dan menjawab sepatah
kata pun aku mematikan telpon itu. “mengapa dia pandai menyimpan bangkai ini,,?
Mengapa aku bodoh selama ini, aku yakin ini bukan Johanna yang asli.
Semalaman aku memikirkan
masalah ini, di sepertiga malam aku berdo’a pada Allah agar dibukakan semua
rahasia yang tersimpan selama ini, dan yang pastinya yang tidak aku ketahui.
Seperti ada sebuah bisikan, yang membisikkan agar aku menemui Johanna besok. Keesokkan
harinya ku coba menghubungi Johanna, aku akan kerumahnya sekitar jam 1 siang.
Dia menyetujui nya.
“ han,, sungguh jika kamu ceritakan
semua dari awal itu akan lebih baik, maka ceritakanlah padaku tentang semua ini, “
“ sungguh aku tidak mengerti apa
yang kamu terangkan saat ini, mila “
“ jangan pura-pura tidak tau han,
Allah mengetahui apa yang di sembunyikan di hati setiap manusia .”
“ sungguh.. sekali lagi aku katakan
aku tidak mengerti dengan perkataan mu ini “
“ kamu yang meminta aku untuk
menerangkan semua ini, hmm baiklah,
2 hari ini aku berfikir keras untuk tidak
bersu’udzon padamu, aku meminta petunjuk pada Allah, tentang semua ini, dan
insya allah hari ini akan aku pertanyakan padamu tentang perihal yang aku
fikirkan,”
“ mil,, jika sekiranya hal yang akan
kamu katakan ini, akan mempertaruhkan persaudaraan kita, aku hanya bisa
berpasrah diri pada Allah.”
“ ya,, mungkin akan terjadi”
“ sungguh mil,, kalimat demi kalimat
yang kamu ucapkan dari tadi membuat hatiku sedih, aku tidak mengerti apa yang
kamu terangkan, kamu meminta suatu penjelasan padaku yang aku sendiri tidak tau
harus menjelaskan apa, tolong mil, jangan membuatku takut dan gemetaran seperti
ini “
“ kamu sudah merasakannya sebelum
aku jelaskan, berarti benar dugaan ku,”
“ dugaan apa mil, tolong jelaskan
jangan sampai aku pingsan disini, “
“ bismillairrahmanirrahiim,, apa
maksud ini ??? “
“ masya allah ..”
“ keterkejutanmu tidak bisa
memberikan arti apa-apa, tolong jelaskan sekarang juga “
“ sabar mil, akan ku ceritakan
kejadian semua ini, kamu jangan mengikuti amarah mu “
“ dulu, aku seorang yang taat akan
agama ku ( nasrani ) sampai aku bercita-cita menjadi seorang pendeta, ibu dan
ayahku sangat mendukung keinginan ku.. mereka rela mengorbankan harta mereka
untuk menyekolahkanku di universitas kristen, tapi agama yang lain bukan awam
bagiku untuk mengenalnya.. setiap agama ku pelajari, tapi agama islam yang ku
akui hampir mirip akan tetapi sangat bertolak belakang dengan agama nasrani,
rasa penasaranku semkain memuncak kala aku bertemu dengan seorang pemuda
muslim, dia begitu baik, lembut dan teramat sopan pada setiap orang tertutama
wanita, aku heran,, dalam agama ku tidak ku temukan sifat semacam ini, bahkan
setiap muslim dan muslimah merupakan musuh berbuyutan bagi kami, setelah aku
pelajari agama islam, dari sifat awal aku membencinya berubah perasaan itu
menjadi cinta, dan semakin dalam aku mempelajarinya semakin dalam pula rasa
keingintahuanku terhadap agama islam ini,,
aku tetarik dengan jilbab yang dikenakan setiap wanita, dan aku mulai
mencoba memakainya, akan tetapi terlebih dahulu aku pergi meninggalkan rumah
dengan alasan praktek dari universitas, tentu orang tua ku mengizinkan nya,
kediri inilah menjadi kota pilihanku, tanpa mereka ketahui aku muslimah atau
tidak, dengan melihat jilbab yang aku kenakan mereka begitu ramah padaku, “
“ sama saja kan kamu berbohong
dengan perbuatanmu ini, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang
mempermainkan akidahnya “
“ tunggu.. aku belum selesai
bercerita , 1 tahun lamanya aku berbohong seperti ini, aku juga tidak tahan
mil, dengan keputusan yang bulat, akhirnya aku memeluk islam menjadi
penyelamatku, dan alhamduliallah aku pertahankan ini dengan segenap jiwa dan
raga ku, aku yang dari awal ingin menjadi pendeta memurtadkan setiap orang
untuk masuk dalam agama ku, kenyataannya sekarang aku malah memurtadkan diriku
dari agama ku, dan hal ini tidak akan pernah aku sesali mil, aku merasa tenang
dalam sholatku , merasa kuat dengan puasa, dan merasa kaya dengan bersedekah,
allahu akbar.... aku sungguh tidak menyangka akan menjadi seperti ini, hal yang
di luar jangkauan ku dari dulu, sungguh Allah telah menolong ku dari kesesatan
yang nyata, “
“ bagaimana mil ???”
aku terpaku malu bercampur haru
mendengar cerita Johanna,,
“ dan mengapa masih kamu simpan
kitab dan salib ini ??”
“ astaghfirullah,, benda ini aku lupa
membuangnya, karena sejak tinggal di kediri, dan memulai hidup baru disini,
sebelumnya kan aku belum memeluk islam, dan setelah memeluk islam aku lupa
membongkar nya, bahkan untuk menyentuh nya pun aku tidak pernah mil, sungguh
!!!”
“ dan namamu??”
“ kalau nama aku merasa agak berat
merubahnya, dan juga nama itu pemberian dari orang tuaku, itu salah satu tanda
hormat ku terhadap mereka mil,,”
“ hmmm alhamdulillah setelah
mendengarkan semua cerita darimu han, aku merasa sedikit tenang, dan kalau kamu
tidak keberatan aku akan membuang barang ini, “
“ ooh,, silakan tidak apa-apa untung
kamu memngingatkannya, “
“ iya,, semua ini menjadi pelajaran
dan pengalaman untuk kita,,”
“ dan aku harap kamu tidak membenci
ku mil”
“ Allah mencintai setiap hambanya
yang memperjuangkan agama Allah, bagaimana mungkin aku harus membenci hamba
yang menjadi pilihan Allah ini, dan maafkan aku, aku telah bersu’udzon padamu.”
“ alhamduliallah aku sudah
memaafkannya.”
Setelah percakapan siang
itu, akhirnya kami berteman lebih akrab dan kami menjalankan aktivitas seperti
biasanya, menjalankan segalanya seperti tidak terjadi apa-apa.
Hidayah Allah datang kepada hamba yang dikehendaki-Nya ...by me...........
#inspirasihatiku
#inspirasihatiku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar