Ahlan Wa Sahlan In Inspirasi's Blog

Rabu, 28 Mei 2014

Tentang Johana.....





P
ertemuan siang itu membuat ku kagum padanya,, gadis berkerudung panjang, wajah manis dan lemah lembut itu, tidak menampakkan masa lalu kelam yang telah lama ia simpan.. siapa yang menyangka bahwa di balik keramahan dan kelembutan wajah itu tersimpan segelintir niat buruk terhadap islam. Tapi aku tidak merasakan keburukan yang ia simpan begitu rapi, hingga akhirnya bangkai  yang telah tersimpan lama itu akhirnya terbau juga.

Siang yang mencerahkan itu, itulah awal dimana kami bertemu,, tidak ada kecurigaan pada saat itu, kami saling berkenalan, dengan keramahan dia memperkenalkan diri, dengan nama Johanna. Sejak pertemuan saat itu, kami begitu akrab saling bertukar nomor telephone dan komunikasi kami lancar. Alhamdulillah, rasanya aku mendapat saudara baru lagi.

Tidak terasa 2 tahun sudah perjalanan persahabatan kami, tepat pada tanggal 17 november 2010 pada hari rabu, aku bermain ke tempat dimana dia kos, aku pun terkejut ketika melihat sebuah salib dan kitab injil terletak di rak buku-buku nya,, astaghfirullahal’adzim... ya Allah apa maksud semua ini,, ketika itu aku terkejut bukan kepalang, rasanya aku terjebak didalam rumah itu aku menyesal mengapa begitu ringan kaki ku melangkah ke tempat itu, ya Rabb apa yang harus ku lakukan dengan benda yang ku pegang ini, ingin ku buang tapi aku butuh penjelasan tentang semua ini, atau aku hanya diam,, kebingungan pun menyelimuti pikiranku.. na’uzubillah.. aku tidak bisa berdiam, tapi tubuh ini terasa berat untuk digerakkan.. 

Ketika itu terlintas dalam pikiranku untuk pergi, saat itu juga aku memberanikan diri, ku bawa kitab dan salib itu dan aku langsung bergegas meninggalkan tempat itu,, tanpa pamit aku meninggalkannya.

Ketika telah sampai dirumah, Johanna menelpon ku, “  assalamu’alaikum, mil kamu dimana?” tanpa mengubris dan menjawab sepatah kata pun aku mematikan telpon itu. “mengapa dia pandai menyimpan bangkai ini,,? Mengapa aku bodoh selama ini, aku yakin ini bukan Johanna yang asli.

Semalaman aku memikirkan masalah ini, di sepertiga malam aku berdo’a pada Allah agar dibukakan semua rahasia yang tersimpan selama ini, dan yang pastinya yang tidak aku ketahui. Seperti ada sebuah bisikan, yang membisikkan agar aku menemui Johanna besok. Keesokkan harinya ku coba menghubungi Johanna, aku akan kerumahnya sekitar jam 1 siang. Dia menyetujui nya.

“ han,, sungguh jika kamu ceritakan semua dari awal itu akan lebih baik, maka ceritakanlah padaku tentang semua ini, “
“ sungguh aku tidak mengerti apa yang kamu terangkan saat ini, mila “
“ jangan pura-pura tidak tau han, Allah mengetahui apa yang di sembunyikan di hati setiap manusia .”
“ sungguh.. sekali lagi aku katakan aku tidak mengerti dengan perkataan mu ini “

“ kamu yang meminta aku untuk menerangkan semua ini, hmm baiklah,

 2 hari ini aku berfikir keras untuk tidak bersu’udzon padamu, aku meminta petunjuk pada Allah, tentang semua ini, dan insya allah hari ini akan aku pertanyakan padamu tentang perihal yang aku fikirkan,”

“ mil,, jika sekiranya hal yang akan kamu katakan ini, akan mempertaruhkan persaudaraan kita, aku hanya bisa berpasrah diri pada Allah.”

“ ya,, mungkin akan terjadi”

“ sungguh mil,, kalimat demi kalimat yang kamu ucapkan dari tadi membuat hatiku sedih, aku tidak mengerti apa yang kamu terangkan, kamu meminta suatu penjelasan padaku yang aku sendiri tidak tau harus menjelaskan apa, tolong mil, jangan membuatku takut dan gemetaran seperti ini “

“ kamu sudah merasakannya sebelum aku jelaskan, berarti benar dugaan ku,”

“ dugaan apa mil, tolong jelaskan jangan sampai aku pingsan disini, “

“ bismillairrahmanirrahiim,, apa maksud ini ??? “
 
“ masya allah ..”

“ keterkejutanmu tidak bisa memberikan arti apa-apa, tolong jelaskan sekarang juga “

“ sabar mil, akan ku ceritakan kejadian semua ini, kamu jangan mengikuti amarah mu “

“ dulu, aku seorang yang taat akan agama ku ( nasrani ) sampai aku bercita-cita menjadi seorang pendeta, ibu dan ayahku sangat mendukung keinginan ku.. mereka rela mengorbankan harta mereka untuk menyekolahkanku di universitas kristen, tapi agama yang lain bukan awam bagiku untuk mengenalnya.. setiap agama ku pelajari, tapi agama islam yang ku akui hampir mirip akan tetapi sangat bertolak belakang dengan agama nasrani, rasa penasaranku semkain memuncak kala aku bertemu dengan seorang pemuda muslim, dia begitu baik, lembut dan teramat sopan pada setiap orang tertutama wanita, aku heran,, dalam agama ku tidak ku temukan sifat semacam ini, bahkan setiap muslim dan muslimah merupakan musuh berbuyutan bagi kami, setelah aku pelajari agama islam, dari sifat awal aku membencinya berubah perasaan itu menjadi cinta, dan semakin dalam aku mempelajarinya semakin dalam pula rasa keingintahuanku terhadap agama islam ini,,  aku tetarik dengan jilbab yang dikenakan setiap wanita, dan aku mulai mencoba memakainya, akan tetapi terlebih dahulu aku pergi meninggalkan rumah dengan alasan praktek dari universitas, tentu orang tua ku mengizinkan nya, kediri inilah menjadi kota pilihanku, tanpa mereka ketahui aku muslimah atau tidak, dengan melihat jilbab yang aku kenakan mereka begitu ramah padaku, “

“ sama saja kan kamu berbohong dengan perbuatanmu ini, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang mempermainkan akidahnya “

“ tunggu.. aku belum selesai bercerita , 1 tahun lamanya aku berbohong seperti ini, aku juga tidak tahan mil, dengan keputusan yang bulat, akhirnya aku memeluk islam menjadi penyelamatku, dan alhamduliallah aku pertahankan ini dengan segenap jiwa dan raga ku, aku yang dari awal ingin menjadi pendeta memurtadkan setiap orang untuk masuk dalam agama ku, kenyataannya sekarang aku malah memurtadkan diriku dari agama ku, dan hal ini tidak akan pernah aku sesali mil, aku merasa tenang dalam sholatku , merasa kuat dengan puasa, dan merasa kaya dengan bersedekah, allahu akbar.... aku sungguh tidak menyangka akan menjadi seperti ini, hal yang di luar jangkauan ku dari dulu, sungguh Allah telah menolong ku dari kesesatan yang nyata, “

“ bagaimana mil ???”

aku terpaku malu bercampur haru mendengar cerita Johanna,,

“ dan mengapa masih kamu simpan kitab dan salib ini ??”

“ astaghfirullah,, benda ini aku lupa membuangnya, karena sejak tinggal di kediri, dan memulai hidup baru disini, sebelumnya kan aku belum memeluk islam, dan setelah memeluk islam aku lupa membongkar nya, bahkan untuk menyentuh nya pun aku tidak pernah mil, sungguh !!!”

“ dan namamu??”

“ kalau nama aku merasa agak berat merubahnya, dan juga nama itu pemberian dari orang tuaku, itu salah satu tanda hormat ku terhadap mereka mil,,”

“ hmmm alhamdulillah setelah mendengarkan semua cerita darimu han, aku merasa sedikit tenang, dan kalau kamu tidak keberatan aku akan membuang barang ini, “

“ ooh,, silakan tidak apa-apa untung kamu memngingatkannya, “

“ iya,, semua ini menjadi pelajaran dan pengalaman untuk kita,,”

“ dan aku harap kamu tidak membenci ku mil”

“ Allah mencintai setiap hambanya yang memperjuangkan agama Allah, bagaimana mungkin aku harus membenci hamba yang menjadi pilihan Allah ini, dan maafkan aku, aku telah bersu’udzon padamu.”

“ alhamduliallah aku sudah memaafkannya.”
 
Setelah percakapan siang itu, akhirnya kami berteman lebih akrab dan kami menjalankan aktivitas seperti biasanya, menjalankan segalanya seperti tidak terjadi apa-apa.


 Hidayah Allah datang kepada hamba yang dikehendaki-Nya ...by me...........
#inspirasihatiku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar